AU PAIR

Kata Au-Pair berasal dari bahasa Prancis yang artinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih: ‚berdasarkan timbal balik‘. Dari sini bisa kita tangkap bahwa Au-Pair adalah sebuah program pertukaran budaya, dimana pesertanya tinggal di suatu negara diluar negara kelahirannya dengan tujuan untuk belajar budaya negara tersebut. peserta programm Au-Pair disebut sebagai Au-Pair

Au-Pair selama masa tinggalnya di negara tersebut tinggal di sebuah kamar yang di sediakan oleh ‚keluarga asuh‘ yang mana mereka sebagai balasannya mengharapkan bantuan Au-pair untuk membantu mereka, baik dalam mengasuh anak maupun membantu dalam pekerjaan rumah seperti mencuci, memasak dan mengasuh anak. Di dalam Program Au-pair yang resmi, peserta, selain mendapaktan akomodasi tempat tinggal (kamar pribadi), mereka juga berhak atas uang saku yang besarnya telah di tentukan oleh pemerintah negara tujuan:
260 Euro (Jerman) 314 Euro (Prancis) 300 - 340 Euro (Belanda)


Siapa yang dapat menjadi Au-Pair?

Pada dasarnya untuk dapat menjadi Au-pair kita haruslah:
  • Berusia antara 18 hingga 27 tahun
  • Belum menikah dan tidak memiliki anak
  • Memiliki kemampuan bahasa negara tujuan minimal level A1 (Goethe Institut)
  • Bersedia tinggal di Negara tujuan minimal selama enam bulan
  • Belum pernah menjadi Au-pair di Negara tersebut
Apabila teman-teman memenuhi kriteria diatas pada dasarnya teman-teman bisa menjadi peserta program Au-Pair. Namun untuk menjadi Au-pair kita juga sebaiknya memiliki kemampuan atau pun keterampilan lainnya, seperti kemampuan/ kemauan mengasuh anak, mengendarai mobil, kemampuan berbahasa inggris yang baik dll. Dengan pengalaman tersebut waktu kita sebagai aupair di Jerman akan terasa lebih nyaman dan mudah.

Apa yang perlu kita ketahui sebelum bekerja sebagai Au-Pair?

Pergi ke Europa terdengar sangat menggiurkan, Apalagi semua biaya akan di tanggung oleh keluarga asuh. Kadang kita terlalu terbuai dengan tawaran-tawaran menarik ini, sehingga kita lupa bahwa sebagai Au-Pair kita akan berkerja di Jerman, bukan berlibur.

Tidak sedikit kendala kendala yang akan di hadapi Au-Pair di Jerman nantinya. Tak jarang Au-pair yang baru dua minggu menetap di Jerman sudah tidak tahan lagi dan akhirnya pulang tanpa mendapatkan apapun selain penyesalaan. Hal ini terjadi dikarenakan banyak orang-orang berangkat ke Jerman tanpa persiapan yang matang. Perbedaan Kultur dan budaya serta mentalitas jerman merupakan faktor utama yang menyebabkan mereka tidak merasa betah di Jerman. Selain itu faktor gaya hidup dan Iklim yang dingin juga menjadi alasan mereka yang pulang.

Sebagai Au-Pair kita memang memiliki kontrak kerja, yang di dalamnya tertera dengan jelas apa-apa saja tugas-tugas kita. Akan tetapi perlu di ingat bahwasannya sebagai Au-Pair, kita akan tinggal bersama dengan keluarga asuh, layaknya seperti anak yang tinggal di rumah orang tuanya. Sebagai seorang anak, kita juga tidak akan menuntut hak-hak kita yang tertulis di kontrak kerja kita, seperti pegawai kantor menuntut hak mereka pada pemberi kerja.

Berkerja sebagai Au-Pair, Informasi Umum:  
  1. Durasi kontrak kerja: 6 - 12 Bulan 
  2. Waktu kerja per hari: 4 - 6 Jam Perhari
    Pada dasarnya Au-Pair tidak bekerja di akhir pekan. akan tetapi keluarga asuh memiliki hak untuk meminta kita bekerja pada 2 hari libur per bulan.
  3. Uang saku Perbulan : 260 Euro (Jerman) 314 Euro (Prancis) 300 - 340 Euro (Belanda) 
  4. Asuransi: Au-Pair mendapat asuransi kesehatan 
  5. Kurus bahasa: Au-Pair memiliki hak untuk mengikuti kursus bahasa. Keluarga asuh tidak di wajibkan untuk membiayai, akan tetapi menurut pengalaman banyak Au-Pair kita di jerman, keluarga asuh akan mengambil alih biaya kurus tersebut.  
PESAN KESAN TEMAN-TEMAN MENJADI AUPAIR