Direkt zum Hauptbereich

Posts

Es werden Posts vom 2014 angezeigt.

Etika Menelpon di Jerman

Bagi mayoritas orang yang belajar bahasa Jerman, menelpon maupun menerima telpon adalah salah satu aktivitas yang biasanya ditakuti. Aktivitas menelpon menuntut secara bersamaan kemampuan mendengar yang baik, mencerna informasi dengan cepat, dan merespon kembali dengan baik sehingga lawan bicara dapat memahami maksud kita.

Berkomunikasi melalui media telefon memiliki kesulitan yang cukup tinggi karena kita tidak mampu melihat ekspresi lawan bicara maupun menggunakan bahasa tubuh untuk memperjelas apa yang ingin kita sampaikan ketika kita tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat.

Oleh karena itu sebelum kita menelpon seseorang baik itu untuk menanyakan informasi terkait dengan pendaftaran uni atau aktivitas formal lainnya, sebaiknya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tak kalah pentingnya adalah memahami etika menelpon yang sedikit berbeda di Jerman

Tips-tips di bawah ini bisa semoga bisa membantu teman-teman :

1. Catat dengan baik poin-poin yang ingin disampaikan
Persiapan yang…

How To Be A German

Desember, minus delapan derajat celcius, salju terus turun, hamparan putih sepanjang ladang, langit yang hampir selalu abu-abu. Mobil melaju cukup kencang 170 km/jam, jalanan kosong, dan mobil tetap dalam keadaan stabil, bayangan betapa mobil swift saya akan bergoyang kalo dipacu sedemikian cepat, mengulas senyum di wajah saya. Oh.. jalanan tol jerman dan mobil buatan jerman, surga geng mobil dan motor yang suka balapan.
Hari kedua saya di Jerman, hanya semalam di Hamburg dan kini menuju Berlin, kota dimana tahun-tahun mendatang akan saya habiskan. Apa yang saya tahu tentang Jerman saat itu? TIDAK ADA! Bisa bicara jerman? sangat dasar alias A1 untuk sebatas dapat visa. Tahu budaya jerman? Yahh..seperti turis yang datang ke Indonesia dan berpikir bahwa semua orang Indonesia bisa menari atau bermain gamelan. Singkatnya F***k my life!
Tapi itu dulu, hidup di Jerman ternyata asik juga kalau sudah ketemu iramanya. Sekarang setelah beberapa waktu tinggal di Jerman, bolehlah saya seke…