Sonntag, 10. November 2013

Pacaran Dengan Bule, seperti apa, dan bagaimana caranya?

Hallo temen-temen semua, pertama-tama saya mau minta maaf kalau judul di atas kurang berkenan. Tulisan ini hanyalah sekedar intermezzo buat kalian yang sedang berjuang untuk berangkat ke Eropa. 

Tapi tentunya tulisan kali ini bukan berarti iseng-iseng, mungkin ada di luar sana temen-temen yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan diatas, who knows? Tema kita kali ini mungkin tidak banyak kaitannya dengan study di Jerman atau Au pair, akan tetapi seperti yang temen-temen pernah lihat sendiri, tidak jarang orang indonesia berpacaran atau bahkan menikah dengan orang asing. Mungkin ada dari kita yang penasaran seperti apa sih punya pacar bule? atau mungkin ada juga yang tidak suka dan cendrung berfikir negativ ketika melihat orang indonesia punya pasangan bule. Sebelum kita berperasangka yang macam-macam, ayo kita coba pelajari seperti apa sih punya pacar bule atau lebih tepatnya di konteks ini, orang Jerman.Pertama-tama untuk menyamakan persepsi, menurut kebanyakan orang, bule adalah: orang asing ber-ras putih (Europa dan Anglo saxon).

Ada banyak alasan mengapa orang Indonesia berpacaran dengan bule:
  1. Kita berfikir bahwa orang bule itu lebih cantik atau lebih tampan
  2. Punya pacar bule itu unik dan exotic, dan kamu suka punya gaya hidup yang unik dan exotic.
  3. Kita berfikir bahwa orang bule itu kaya dan menjanjikan masa depan yang cerah
  4. Dengan punya suami/istri bule, kamu bisa tinggal dan berkerja di negara asal bule tersebut. 
  5. Kamu sudah terlalu lama tinggal di luar negeri dan kamu pada akhirnya lebih memahami bule dari pada bangsa sendiri 
  6. Alasan-alasan lainnya yang membuat kamu jatuh cinta ama bule. 
Seperti yang kita ketahui, bangsa Europa dan negara-negara Anglo saxon adalah penguasa perekonomian dunia. Mereka turut andil hampir disemua cabang perindustrian, termasuk industri mode dan perfileman. Hampir setiap hari kita disuguhi filem-filem asing dan iklan-iklan yang dibintangi oleh orang asing. Ini adalah sumber utama kita dalam mengenal kultur dan budaya orang bule. Dan perlu kita akui bahwa kadang kita lupa, bahwa bintang iklan dan bintang filem adalah orang-orang pilihan yang sebagian besar memiliki figur yang sangat baik. Dan tak jarang filem-filem dan Iklan yang di bintangi orang asing menggambarkan gaya hidup yang wah. Oleh karena itu wajar apabila di kepala kita tertanam fikiran bahwa orang bule itu menarik dan kaya. Dibawah ini adalah Video seperti apa dunia perfileman dan periklanan mampu merubah persepsi kita:




Seperti itulah teman-teman kenyataannya. Perekonomian ternyata bisa sangat mempengaruhi penampilan, tidak hanya di level perorangan, bahkan dilevel bangsa. Bangsa yang kaya menjadikan warganya terlihat lebih menarik bagi bangsa-bangsa yang tidak kaya. Itulah sebabnya mengapa orang  Korea tampak semakin tampan dan cantik dimata kita. Ekonomi Korea, meningkat pesat dari tahun ketahun. 

Oke sekarang temen-temen udah tau, kenapa bule terlihat lebih menarik dan lebih sukses bagi kebanyakan orang. Alasan selanjutnya mengapa sebagian dari kita mencari pacar orang bule adalah karena bule itu berbeda. Bule itu sesuatu yang jarang kita temui di Indonesia (keculai di Bali). exotic dan unik deh pokoknya. Apabila sesuatu adalah menarik dan jarang ditemui atau langka, maka sesuatu tersebut akan menjadi "wah". Dan apabila sesuatu tersebut memiliki harga, biasanya juga harganya tidak sama dengan sesuatu yang mudah di temui. Oleh karena itu bisa dimengerti kenapa buat temen-temen yang sudah lama tinggal di Eropa, bule itu tidak lagi "wah", seperti pada waktu kita masih di indonesia. 

Sekarang pertanyaannya bagaimana bule melihat orang Indonesia? Tentunya jawabanya tidak bisa di generalisir. Namun berdasarkan pengalaman saya, kebanyakan bule Eropa melihat orang Indonesia sebagai orang yang "Kalem, Sopan, dan pemalu". Inilah sebabnya kenapa kebanyakan yang kita temui adalah perempuan Indonesia jalan bareng dengan pria bule, bukan sebaliknya. Dimata pria bule, sifat-sifat "kalem, sopan dan pemalu" adalah sifat-sifat yang positiv untuk seorang perempuan. Dan sebaliknya, dimata seorang perempuan bule sifat-sifat seperti "kalem, sopan dan pemalu" untuk laki-laki lebih cendrung dinilai netral atau bahkan negativ. 

Sekali lagi hal diatas tidak bisa di generalisir, akan tetapi untuk kebanyakan orang hukum yang sama masih berlaku: Laki-laki cendrung suka dengan perempuan yang "lembut, sopan, dan butuh perlindungan". Sebaliknya perempuan cendrung suka dengan laki-laki yang "Jantan dan menimbulkan kesan mampu memberikan perlindungan (baik secara fisik maupun financial)" tapi ingat pengecualian selalu ada, Apalagi kalo bule-bule tersebut pernah lama tinggal di Indonesia.Tapi ingat, yang paling penting, dimata mereka orang berkulit gelap adalah sangat "menarik".

Sekarang pertanyaan terakhir, bagaimana sih bisa punya pacar bule? jawabnya mudah: Bagi perempuan, sering-sering aja nongkrong bareng bule, suatu saat pasti ada yang nyantol he he... 

nah kalo buat yang cowok, ini agak berat: 1. Sama seperti cewek, sering-sering nongkrong bareng cewek bule, 2. Jauhilah sifat sifat "kalem dan pemalu" 3. ikut fitness kalo punya duit lebih :) 

Oke sekian dulu aja intermezzo nya. Walaupun tulisan ini ada unsur kebenarannya, tapi jangan terlalu dianggap serius. Seperti pepatah lama: "kalau jodoh, tidak kemana"

Kalau teman-teman ingin kuliah di Jerman, tapi ragu untuk memilih bimbingan murah dan yang terpercaya, teman-teman bisa kirim email ke zapato.syarif@gmail.com atau klick DISINI Jangan tertipu, Sekolah di Jerman itu Mudah dan Murah!