Dienstag, 28. März 2017

Cara mencari tahu apakah ada Aupair-program di suatu negara

Sebenernya caranya cukup mudah:
  1. Buka https://www.aupairworld.com/en lalu masuk ke page For Aupairs dan pilih Info host countries
  2. Info host countries
  3. Pilih negara yang kamu ingin tahu apakah mereka punya aupair program untuk orang indonesia
  4. Pilih satu negara
  5. Lalu tinggal kita lihat apakah kita bisa menjadi Au-Pair di, misalnya, Jerman
  6. klik 'can i become an aupair in...'
  7. Dihalaman ini ada 'quick check' apakah kamu bisa jadi aupair di negara pilihan. Penting! Lihat bagian yang dikhususkan buat negara non eropa seperti indonesia
  8. cari info untuk orang luar eropa..
Mudah kan... ! Saya sarankan, kalo kamu sudah dapet informasi apakah kamu bisa jadi aupair di negara pilihan, kamu segera mendaftar di agen-agen lokal negara tersebut. Portal aupairworld memang salah satu yang terbesar, tapi sayangnya mereka sering memblock orang indonesia karena banyak sekali pendaftar dari negara kita.

Mittwoch, 14. Mai 2014

Etika Menelpon di Jerman

Bagi mayoritas orang yang belajar bahasa Jerman, menelpon maupun menerima telpon adalah salah satu aktivitas yang biasanya ditakuti. Aktivitas menelpon menuntut secara bersamaan kemampuan mendengar yang baik, mencerna informasi dengan cepat, dan merespon kembali dengan baik sehingga lawan bicara dapat memahami maksud kita.

Berkomunikasi melalui media telefon memiliki kesulitan yang cukup tinggi karena kita tidak mampu melihat ekspresi lawan bicara maupun menggunakan bahasa tubuh untuk memperjelas apa yang ingin kita sampaikan ketika kita tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat.

Oleh karena itu sebelum kita menelpon seseorang baik itu untuk menanyakan informasi terkait dengan pendaftaran uni atau aktivitas formal lainnya, sebaiknya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tak kalah pentingnya adalah memahami etika menelpon yang sedikit berbeda di Jerman

Tips-tips di bawah ini bisa semoga bisa membantu teman-teman :

1. Catat dengan baik poin-poin yang ingin disampaikan
Persiapan yang baik akan membuat kita merasa lebih tenang ketika menelpon. Ketika tiba-tiba panik menyerang dan biasanya membuat kita blank, kita bisa berpegang pada catatan tersebut.


Jika teman-teman tidak mencatat dengan baik apa yang ingin disampaikan kemudian akhirnya berputar-putar pada “Eh..Eh…..aduh…eh.. eh.” Orang Jerman sangat menghargai waktu dan juga bisa sangat berterus terang bukan tidak mungkin untuk berkata “ Silakan Anda telefon lagi jika Anda sudah siap dan klik! tuuutttt……tuuttt”

2. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
Mengucapkan salam ketika menelpon adalah formalitas yang penting di Jerman “ Schönen guten Mogen, Guten Tag, atau Guten Abend” selalu diucapkan ketika menelfon atau menjawab telefon.

Agak berbeda dengan di Indonesia yang biasanya penelfon langsung menyampaikan maksud menelfon. Di Jerman, sebagai penelpon kita harus memperkenalkan diri terlebih dahulu. Logikanya seperti bertamu, sebagai tamu kitalah yang memperkenalkan diri.

Seorang penelpon yang tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu dinilai tidak sopan.

Sebagai penerima telpon, biasanya merekapun juga memperkenalkan diri.

Berikut contohnya :

Kriiiiiiiiiiing….. Kriiing

A : Morgen, Jaros (nama belakang penerima telefon).
B : (Kalau kita tidak mendengar nama belakang penerima jangan panik) Guten Morgen !Mein name ist Dian Lestari.

3. Jelaskan maksud menelpon

Jika sudah tau mau bicara dengan siapa maka langsung sampaikan hal tersebut :

B : Ich hätte gern (misalnya) Frau Lorentz gesprochen

Setelah memperkenalkan diri pada seperti di atas maka langsung jelaskan maksud menelfon


B : Es geht um….. atau Ich rufe an wegen……

Jika teman-teman tidak tahu kepada siapa teman-teman harus bicara, maka tanyalah dari awal, apakah kita berbicara dengan orang yang tepat sebelum bicara panjang.

B : Können Sie mir weiter helfen?

Jika orang tersebut tidak dapat membantu kita, dia akan menyambungkan kita dengan orang yang tepat

Perlu dibedakan antara “Können Sie mir weiter helfen?” dengan “Können Sie mir bitte weiter helfen?” Kadang kita ingin sopan atau menerjemahkan langung dari bahasa inggris “ Could you please help me?” dan menggunakan kalimat kedua.

Dalam bahasa Jerman artinya sedikit berbeda. Jika anda mengatakan “Können Sie mir bitte weiter helfen?” kepada orang yang tidak tepat, maka bitte akan memberikan konotasi memaksa.

4. Berterimakasih dan ucapkan auf Wiederhören!
Selalu berterimakasih pada akhir percakapan telepon dan jangan lupa ucapkan “ auf Wiederhören” yang artinya sampai kita saling mendengar lagi.


Semoga tips etika menelfon di Jerman bermanfaat ya!

Freitag, 28. Februar 2014

How To Be A German

Desember, minus delapan derajat celcius, salju terus turun, hamparan putih sepanjang ladang, langit yang hampir selalu abu-abu. Mobil melaju cukup kencang 170 km/jam, jalanan kosong, dan mobil tetap dalam keadaan stabil, bayangan betapa mobil swift saya akan bergoyang kalo dipacu sedemikian cepat, mengulas senyum di wajah saya. Oh.. jalanan tol jerman dan mobil buatan jerman, surga geng mobil dan motor yang suka balapan.

Hari kedua saya di Jerman, hanya semalam di Hamburg dan kini menuju Berlin, kota dimana tahun-tahun mendatang akan saya habiskan. Apa yang saya tahu tentang Jerman saat itu? TIDAK ADA! Bisa bicara jerman? sangat dasar alias A1 untuk sebatas dapat visa. Tahu budaya jerman? Yahh..seperti turis yang datang ke Indonesia dan berpikir bahwa semua orang Indonesia bisa menari atau bermain gamelan. Singkatnya F***k my life!

Tapi itu dulu, hidup di Jerman ternyata asik juga kalau sudah ketemu iramanya. Sekarang setelah beberapa waktu tinggal di Jerman, bolehlah saya sekedar berbagi 5 keunikan-keunikan dari masyarakat jerman dan pengalaman di jerman. Mungkin kalau mau agak mainstream bisa dianggap sebagai panduan sederhana “ How to be a German!
  1. Orang Jeman itu seperti duren
    Kamu berdandan cantik/ganteng sambil menunggu bus di halte bus di suatu pagi yang cerah. Bus datang tepat waktu, kamu menunjukkan tiketmu kepada supir bus, selayaknya di Indonesia, kamu menebar pandang ke seluruh bis dan tersenyum lebar. Beberapa detik kemudian, kamu tersadar bahwa ada yang tidak biasa di dalam bis itu. Kemungkinannya ada dua : (a) Orang yang bertemu pandang denganmu, hanya balas menatap dengan ekspresi datar atau bahkan membuang muka (b) Bis dalam keadaan sunyi, dengan penumpang bis yang menatap lurus ke depan atau keluar jendela, pikiran mereka berkelana entah dimana, main hape, dan tidak ada yang mengobrol. Lalu terbersit di pikiranmu, apakah aku melakukan sesuatu yang salah? Apa mereka tidak suka aku naik bis ini? Jawabannya tidak dan tidak.

    Lalu mengapa suasana di dalam bis tadi seperti suasana film horror yang tegang? Banyak orang mengeluh (tidak hanya orang Indonesia) bahwa orang jerman sangat menjaga jarak. Orang Jerman pada dasarnya adalah orang-orang yang baik, terbuka, dan humoris ( dengan gaya mereka tentunya).

    Itulah yang saya maksud dengan duren, orang jerman adalah orang yang menyenangkan namun tersembunyi dibalik sikap yang acuh atau dingin. Ya ibarat duren baru enak kalau kulitnya sudah dikupas. Betul! duren bukan jeruk, jadi tidak semudah itu dikupas, tapi harus dengan usaha dan waktu. Yang kedua ini lebih penting daripada yang pertama.

    Mungkin hal ini pada awalnya sulit dipahami oleh orang Indonesia, karena kita begitu terbiasa untuk berbicara bahkan mengenai hal-hal yang pribadi dengan orang yang baru kita temui. Contohnya: Mau beli kopi sachet di warung sebelah saja, bisa pulang ke rumah membawa cerita dari ibu pemilik warung yang khawatir anaknya jadi cabe-cabean.

    Kembali lagi ke jerman, kalau kamu ingin membangun pertemanan dengan orang jerman, rahasianya satu : SABAR!

  2. Amati cuaca hari ini! Jadi kamu sudah mulai terbiasa dengan senyum tak berbalas atau kesunyian yang agak berlebihan di transportasi umum, tapi kamu tetap memiliki kebutuhan untuk berbicara dengan orang lain (siapapun itu, kalau perlu ibu-ibu yang duduk di sebelah kamu). Bagaimana kamu memulai basa basi? Kan gak mungkin juga tanya “ Ibu mau kemana?” bisa-bisa dihardik “Itu bukan urusan kamu” trus dia pindah kursi karena kamu dikira mau berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan, belum lagi tatapan aneh dari orang-orang di sekitar kalian. Mulailah dengan bicara soal cuaca! Yah cuaca! “Dingin ya hari ini? “Akan hujan gak sih hari ini?” Detail cuaca yang menurut kita tidak penting karena kita terbiasa dengan suhu hampir 30 derajat celcius sepanjang tahun. Tidak ada jaminan sukses, tapi setidaknya topik ini sangat aman. Nah, apakah pembicaraan bisa berkembang akan tergantung dari respon orang yang kamu ajak bicara. Kalau iya , mungkin dia akan bertanya kamu dari mana dsb sehingga kesunyian di transportasi umum tadi agak berkurang . Kalau gagal, ingat pada poin no satu..SABAR!

  3. Nikmatilah anekaragam roti Roti gelap atau roti hitam adalah nama yang diberikan untuk roti whole-weat yang menyebabkan roti berwarna gelap. Oh..kaya tawar sari roti gitu? TIDAK! Roti gelap ini berat! Bobotnya bisa berkisar antara 500g – 1 kg. Jadi bukan roti tawar yang makan 5 lembar gak kenyang tapi roti ini padat dan mengenyangkan, juga sangat bisa menyakiti objek tertentu kalau dilempar. Selain itu pada setiap roti yang kamu beli akan tertera jenis gandum apa yang dipergunakan misal 70% Dinkel 30% Rogen. Setiap jenis gandum memiliki rasa dan kandungan kalori yang berbeda. Saking banyaknya jenis roti di Jerman yang konon mencapai 1000an , terdapat museum roti di Frankfurt.
  4. Rencanakan harimu, minggumu, bahkan tahunmu Tidak ada orang Jerman yang tidak membuat rencana! Semua atau okay, hampir semua. Bukan persoalan membuat rencana adalah sesuatu yang spesial tapi skala dan bagaimana mereka membuat perencanaan itu yang membuat kadang geleng-geleng kepala. Pertama mereka menulis hal yang pasti akan dilakukan dalam satu tahun, misal : liburan musim panas, natal, paskah. Setelah itu, mereka akan mengurutkan dari bulan ke bulan, rencana tambahan apa yang akan dilakukan. Jika ada jadwal yang kosong di bulan-bulan tertentu, mereka akan menghubungi keluarga atau teman mereka untuk membuat rencana tambahan, dan teman dan keluarga mereka pun akan melakukan hal yang sama. Jika kamu bertemu dengan teman jermanmu ini pada bulan januari, dan mengajukan rencana untuk misalnya piknik satu hari ke suatu tempat, maka mereka akan mengecek jadwal mereka secara teliti dan bisa memberikan jawaban “ Ok, aku ada waktu bulan Maret, minggu ke 3 dari pagi hari hingga jam 5 sore” Well..Selamat datang di Jerman!

  5. Katakan segala sesuatu apa adanya! Orang jerman adalah orang yang jujur dan direct. Mereka tidak memberikan jawaban seperti orang Indonesia “ Kurang tau” atau “Ya..kita lihat aja nanti”. Mereka menjawab “Tidak” atau “Ya” Jangan kaget bahwa ketika kamu tersesat dan menanyakan jalan pada seseorang “ Bisa tolong kasih tau gak jalan ke A?” jika orang itu tidak tau mereka akan jawab “ Gak!’ terdengar jahat, tapi mereka menjawab tidak karena mereka memang tidak tahu.

  6. Privacy adalah segalanya Setidaknya bicara dari pengalaman pribadi, orang Indonesia susah untuk mengerti konsep privacy Kakak saya biasa membacai diary saya kemudian menggunakannya sebagai bahan untuk mengejek . Kalau saya mengunci pintu kamar pasti keluarga saya mengira saya menyembunyikan sesuatu. Teman saya mengomentari pilihan pacar. Orang yang tidak saya kenal bisa tiba-tiba mendekat dan berkata “Boleh dong neng bagi nomer hpnya” dsb dsb… Orang jerman sangat menghargai privacy itulah kadang yang memberikan kesan bahwa mereka dingin dan berjarak. Dalam hal tertentu bahkan sangat berjarak seperti kasus berikut : Bayangkan kamar tidur sepasang suami-isti, lalu konsentrasika pikiran pada tempat tidur pasangan tersebut. Sebuah tempat tidur besar, dua buah bantal berisi bulu angsa yang membuat bangun pagi terasa smakin berat, selembar kain besar agak tebal seperti yang biasa kita lihat di hotel untuk menutupi kasur dan selimut dari debu. Sampai sejauh ini masih normal sampai kita melihat apa yang ada dibalik kain tebal tersebut : Ternyata bukan sebuah tempat tidur besar, tapi 2 tempat tidur single yang dijadikan satu tentunya dengan dua buah kasur single, dan dua buah selimut single. Yup! Jadi tempat tidur besar tadi tidak dilengkapi dengan kasur king/queen size untuk dua orang dengan selimut besar untuk berdua, melainkan 2 kasur single dengan selimut masing-masing. Privacy adalah sesuatu yang musti di junjung tinggi tapi untuk membawanya bahkan ketika kita tidur, agak susah juga.

  7. Keren tidak penting asal sesuai dengan kebutuhan Orang Jerman tidak seperti orang Perancis yang sangat memperhatikan fashion dan penampilan. Mereka tidak perduli jika mereka tidak terlihat keren asal mereka tidak kedinginan atau basah. Orang lebih perduli akan fungsi dan mereka mau menghabiskan banyak uang itu mendapatkan kualitas yang paling baik dari fungsi yang diinginkan Adalah awam menjumpai orang jerman dengan jaket hiking seharga 200-500 Euro karena dianggap harga tersebut sesuai untuk fungsi anti air, anti angin atau sering disebut hard-shell dan dikombinasi dengan jaket tambahan di dalamnya baik itu fleece atau soft shell saat musim dingin Merk yang paling umum dipakai adalah jack wolfskin, north face dan mammut. Kalau mau jadi orang jerman setidaknya ada dua outfit yang harus dimiliki : Jaket hiking dan sepatu hiking 8. Selamat datang di Rimba bahasa Tantangan terbesar menjadi orang jerman adalah menguasai bahasanya. Tiap bahasa memiliki tantangan gramatik tersendiri. Dalam bahasa jerman tantangan ini ibarat rimba bahasa. Setiap kata benda dalam bahasa jerman memiliki artikel : laki-laki, perempuan, atau netral. Artikel ini bentuknya dapat berubah tergantung dari posisinya dalam kalimat sebagai subjek atau objek, atau kata kerja apa yang didepannya, atau awalan apa yang digunakan atau kata benda tersebut menerangkan apa. Kesalahan mengingat artikel berakibat pada kesalahan perubahan bentuk yang selanjutnya. Apakah kesalahan artikel membuat orang jerman sulit memahami kita? Kesalahan artikel hanya akan membuat kalimat terdengar aneh di kuping orang jerman tetapi arti tidak berubah , tapi kesalahan perubahan bentuk berdasarkan posisi kata tersebut dalam kalimat akan membuat orang jerman kebingungan. Itu hal-hal yang paling berkesan buat saya. Tambahin ya kalo ada yang belum disebut


Kalau teman-teman ingin kuliah di Jerman, tapi ragu untuk memilih bimbingan murah dan yang terpercaya, teman-teman bisa kirim email ke info@aupairindo.com atau klick DISINI Jangan tertipu, Sekolah di Jerman itu Mudah dan Murah!



Samstag, 23. November 2013

Studienkolleg, Apa dan Bagaimana?

Klick disini untuk bergabung
Calon mahasiswa di Jerman yang berasal dari luar Eropa kebanyakan memiliki sertifikat kelulusan sekolah menengah yang tidak sesuai dengan standard qualifikasi di Jerman. Sebelum mereka bisa di terima di universitas-universitas di Jerman, mereka harus mengikuti program penyetaraan di Studienkolleg selama dua semester.

Proses pendaftaran Studienkolleg adalah sebagai berikut:
  1. Mendaftar di Universitas tujuan (Bukan di Studienkolleg) 
  2. Kalian mendapatkan undangan untuk mengikuti ujian penerimaan dari Studienkolleg yang berkerjasama dengan Universitas. 
  3. Ujian Penerimaan.
  4. Apabila lulus, kalian baru bisa mengikuti program penyetaraan di Studienkolleg
  5. Feststellungsprüfung atau ujian kelulusan di akhir tahun akademis 
  6. Kalian mendapatkan sertifikat kelulusan dari Studienkolleg yang kalian harus kalian lampirkan ketika mendaftar di Universitas tujuan.
Penting:  Sertifikat kelulusan dari suatu Studienkolleg tertentu juga bisa di gunakan untuk mendaftar di universitas-universitas lainnya di Jerman. Namun demikian, biasanya universitas pertama tempat dimana kalian mendaftar akan memberikan bonus nilai (kurang lebih 0,3), apa bila kalian mendaftar di universitas tersebut. Jadi kalian mendapatkan perlakuan khusus ketika mendaftar. Contoh: Nilai akhir saya di Studienkolleg FU Berlin 2,0 seandainya saya mendaftar di FU Berlin nilai saya menjadi 1,7. Apabila saya mendaftar di Uni Göttingen maka nilai saya tetap 2,0

Standard nilai di Jerman 1,0 - Sangat baik 6,0 - Sangat buruk (batas kelulusan adalah 4,0)
------------------------------------------------------------------------

Pendaftaran

Sebelum mendaftar di Studienkolleg ada beberapa hal yang perlu di persiapkan oleh calon mahasiswa:

1. Kemampuan bahasa Jerman
Walaupun temen-temen nantinya mendapatkan pelajaran bahasa Jerman yang super intensive, untuk bisa di terima di Studienkolleg teman-teman tetap harus memiliki kemampuan berbahasa jerman di level tertentu. Pada umumnya Studienkolleg mewajibkan minimal level B1 (Kurang lebih 400-600 Jam pelajaran). Kalian bisa membuktikan kemampuan bahasa Jerman kalian dengan menunjukan zertifikat dari institusi pembelajaran bahasa Jerman, seperti Goethe Institut. Pada umumnya Studienkolleg menerima hampir semua jenis sertikfikat yang temen-temen telah raih dari institusi bahasa di Jerman. Selain itu beberapa Studienkolleg mensyaratkan kemampuan bahasa Jerman level B2, khususnya untuk G/S Kurs (Ilmu pengetahuan Sosial dan Bahasa). Untuk mengetahui level apa yang di perlukan untuk bisa masuk ke Studienkolleg tertentu dapat di tanyakan langsung ke Studienkolleg tersebut, baik melalui email maupuns situs resmi mereka. Yang pasti, tanpa kemampuan dasar bahasa Jerman, kalian tidak bisa di terima di Studienkolleg.

2. Visa Studi
Sebelum kalian berangkat ke Jerman, kalian harus memiliki Visa studi dari kedutaan Jerman di Indonesia. Perlu diperhatikan bahwa perubahaan Visa dari visa turis ke visa pelajar adalah tidak memungkinkan. Perubahan jenis visa yang memungkinkan tanpa harus pulang ke Indonesia diantaranya: Visa Aupair ---> Visa Sprachschuler/ Visa Freiwilige Soziales Jahr (FSJ)  ---> Visa Studi

3. Terjemahan Dokumen Terlegalisir
Semua dokument dari sekolah menengah yang kalian dapatkan (termasuk raport kelas 3 SMA) harus di terjemahkan kedalam bahasa Jerman dan di legalisir oleh kedutaan.

4. Uang yang cukup
Sebelum kalian memutuskan untuk kuliah di Jerman, teman-teman harus memiliki uang yang cukup untuk membiayai kehidupan kalian selama minimal tahun pertama di Jerman. Mahasiswa memang di perbolehkan untuk berkerja, namun hal ini lebih memungkinkan apabila temen-temen sudah bisa berkomunikasi dalam bahasa Jerman dengan baik. Memang ada beberapa perusahaan yang tidak mensyaratkan bahasa Jerman, namun hali ini adalah tidak pasti. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan kalian dalam bekerja, saya sarankan untuk bisa berbahasa Jerman minimal level B2. Besarnya dana yang dimaksud dengan cukup bisa dilihat DISINI

6. Aplikasi
Dokumen-dokumen dibawah ini wajib untuk disertakan di aplikasi kalian:

Ijazah SMA (atau sederajat)
Nilai Ujian Nasional
Raport kelas 3 (Halaman yang ada nilainya)
STTB
Sertifikat B1 (atau B2)
Formulir pendaftaran

7. Tanggal-tanggal Penting
Tanggal-tanggal pendaftaran dari Studienkolleg-studienkolleg di Jerman berbeda satu sama lain. Untuk mengetahui tanggal-tanggal pendaftaran, teman-teman bisa melihat di website dari universitas tujuan.

-----------------------------------------------------------------------

Ujian Penerimaan 

Ujian masuk Studienkolleg terdiri dari beberapa jenis ujian. Ada lima jenis ujian yang lazim di ujikan. Untuk mengetahui jenis-jenis ujian tersebut kalian bisa melihat di website Studienkolleg dari universitas tujuan kalian.  Di bawah ini saya lampirkan contoh-contoh dari test ujian masuk Studienkolleg atau disebut Aufnahmeprüfung

Apabila kalian berhasil menyelesaikan Contoh soal berikut dengan mudah, atau kalian berhasil menjawab setengah dari soal-soal tersebut dengan benar, maka kesempatan kalian untuk bisa di terima Studienkolleg pilihan cukup besar.

Semoga berhasil

CONTOH SOAL
KUNCI JAWABAN


Kalau teman-teman ingin kuliah di Jerman, tapi ragu untuk memilih bimbingan murah dan yang terpercaya, teman-teman bisa kirim email ke aupairindonesia@gmail.com atau klick DISINI Jangan tertipu, Sekolah di Jerman itu Mudah dan Murah!